MAKALAH BISNIS & KEWIRAUSAHAAN
Nama : Bude Ninel
Tempat/tgl
lahir : Solo, 24 Juli 1978
Status
: Menikah.
Pendidikan
: SD Sederajat.
Pekerjaan
: Wirausaha.
Alamat
: Jl. Air Dingin III, Marpoyan.
Jumlah Anak : 3 Orang.
Ada filosofi menarik dalam hidup bude
Ninel. Pandangan itu ia peroleh dari ajaran kedua orang tuanya. Sedari kecil, bude
Ninel dididik selalu berjiwa optimistis. Ia percaya, jika esok pasti akan lebih
baik dari hari ini. Setiap kali ada masalah, pasti ada solusi. Setiap ada
keinginan, pasti ada jalannya. .Karena itu, bude Nineli melihat semua masalah
berdasarkan hari per hari. Menggelinding begitu saja. Dia hanya berprinsip
tetap bisa semangat dan optimistis. Kalau sudah melihat jauh ke depan, tapi tak
bisa mengikuti perubahan, akhirnya juga susah. Sebab, dunia usaha itu sangat
dinamis, setiap detik selalu berubah.
Tidak cukup sampai di situ, untuk
kehidupan pribadi, bude Ninel juga menyadari betapa pentingnya sisi spiritual
bagi kehidupan yang dijalani. Dia sadar, spiritual menjadi dasar mental bagi
setiap langkahnya. Apa yang didapatkan manusia saat ini adalah titipan. Bermula
dari prinsip inilah, bude Ninel selalu berusaha memperlakukan semua yang telah
didapatnya, baik dari segi bisnis maupun keluarga, merupakan suatu pelajaran
bagi dirinya yang bersifat sementara.
Sikap dan mental yang tegas itu juga di
aplikasikan kepada anak –anaknya. Hal tersebut terbukti dari segi kehidupan
yang dijalani oleh anak-anak bude Ninel, sedari kecil sampai sekarang anak–anak
bude Ninel bekerja dan sudah bisa hidup mandiri. Satiap pagi anak-anak bude
Ninel selalu bangun jam 3 subuh, mereka kepasar untuk menjual daging sampai jam
tujuh pagi, barulah anak –anak bude Ninel mandi dan bersiap-siap untuk pergi
kesekolah. Didikan keras itu telah menjadikan anak-anak bude ninel menjadi
tangguh dan bisa bertanggung jawab terhadap diri mereka sendiri.
Kerasnya didikan orang tua, menjadikan
bude Ninel menjadi orang yang tangguh. Hal ini tidak selaras dengan apa yang
selama ini dipikirkan dalam pikiran orang banyak, seorang anak perempuan yang
tidak tamat sekolah dasar yang setiap harinya berjualan daging dipasar mampu
memiliki usaha yang bagus dan memiliki omset yang cukup yang besar. Tetapi perjuangan
untuk menjadi seperti itu tidak semudah yang dipikirkan, karena sebagai orang
perantauan yang datang dari pulau jawa dan berada di tempat yang sama sekali
tidak dikenal dan orang – orang baru. Tetapi dengan kegigihan, bude ninel bisa
membuktikan hal tersebut, dengan usaha yang gigih bude Ninel bisa menikmati
buah dari usahanya.
A.
Perjalanan
pertama kali membangun usaha.
Usaha Warung Makan Banyu Bening pertama
kali didirikan, sebenarnya sama sekali tidak ada terniat didalam hati bude
Ninel atau bisa dikatakan hanya sekedar coba-coba saja, karena bude Ninel tidak
memiliki keterampilan dalam bisnis warung makan, bude Ninel hanyalah seorang tukang
penjual daging dipasar tiap harinya. Tahun 2010 bukde Ninel merantau dari pulau
jawa menuju ke pekanbaru hanya untuk mengadu nasib, sampai dipekanbaru bukde
Ninel tinggal di tempat yang seadanya, mengambil pekerjaan sebagai tukang cuci
di setiap rumah-rumah ibu rumah tangga untuk sekedar memenuhi kebutuhan
hidupnya.
Sebenarnya bude Ninel memang senang ke dapur untuk
memasak. Dari sanalah dia mulai untuk mencoba-coba, apalagi anak kuliah juga
banyak yang kuliah di tempat bude Ninel tinggal dan bude juga punya anak
keponakan yang kuliah dipekanbaru. Hampir setiap hari anak Kemenakan bude Ninel
datang yang membawa temannya ke rumah bude Ninel, mereka masih kuliah. Ketika
waktu makan siang datang, bude Ninel selalu menyediakan makan siang untuk
dimakan oleh mereka, mereka menikmati makan siang tersebut, ketika mereka
hendak pulang meninggal rumah bude Ninel, teman dari anak saudara bude Ninel
yang mahasiswa merasa tertarik dengan masakan bukde, dia menyarankan kepada bude
Ninel untuk membuka warung makan, bukde berterus terang kepada mereka: “ bukde
tidak punya modal, tetapi kalau nduk punya tempat, bukde bisa usahakan untuk
memcari modalnya”.
Tempat tersebut di carikan juga oleh
mereka, dengan uang yang seadanya atau bisa dikatakan dengan modal nekat, bukde
menyewa tempat yang akan di jadikan tempat usaha, 15 juta harga tempat tersebut
di sewa selama satu tahun. Sebagai langkah awal bude Ninel membayar dua juta setengah, dan itupun bude
Ninel meminjam kepada pemilik tempat agar uang dua juta lima ratus tadi bisa dipinjam
lima ratus kepadanya sebagai modal awal, dengan uang yang hanya lima ratus ribu
rupiah bude Ninel bingung mau memulai dari mana, apa yang seharusnya dilakukan pertama
kali? Karena untuk membuka warung makan harus menyediakan piring, gelas,
sendok, meja, kursi dan alat-alat lainnya. Untuk itu bude Ninel memutuskan
untuk mengembang terlebih dahulu uang tersebut agar bisa membuka warung makan
yang sederhana.
Gorengan bude Ninel buka selama satu
bulan sebagai langkah awal untuk mengembangkan uang tersebut, alhamdulillah
uang lima ratus ribu rupiah yang seharusnya digunakan sebagai modal untuk
membuka warung makan bertambah Jumlahnya, dengan uang yang telah dikembangkan, bude
Ninel akhirnya memutuskan untuk membuka usaha warung makan dengan seadanya
terlebih dahulu.
Modal yang paling penting dalam membuka
usaha itu harus ada niat. Prinsip inilah yang menjadikan bude Ninel nekat untuk
membuka usaha warung makan, apalagi hal ini didukung oleh keadaan yang baik. Dengan
uang yang telah di kembangkan bude Ninel memulai jualan dengan memasak sedikit
saja, memasak ayam goreng setengah kilo, telur hanya beberapa butir dan tidak
lebih dari 15 butir, dan beras hanya satu kilogram saja. Dengan kegigihan dan
kerja keras, usaha warung makan tersebut mulai berkembang dan telah memiliki
omset yang cukup besar.
Tempat yang digunakan untuk usaha rumah
makan sangatlah kecil, setelah dirasakan usahanya telah berkembang dan
membutuhkan tempat yang lebih layak, maka ketika memasuki bulan ke enam bude Ninel
pindah ke tempat yang jauh lebih besar dari sebelumnya. Dan tempat ini tampa
sengaja di dapatkan ketika ada seorang ibu yang datang berkunjung di warung makan
nya, ibu tersebut menawarkan lahan kosong miliknya untuk di jadikan tempat bude
Ninel mengembangkan usahanya .
Segalanya telah berubah, dahulu ketika
baru membuka warung nasi bude Ninel harus banting tulang dan berusaha sendiri. Sekarang
ketika usaha telah berkembang dan memiliki tempat yang besar, bude Ninel
mengambil jasa karyawan sebanyak 14 orang, yang hampir sebagian besar adalah laki-laki
dan mereka adalah mahasiswa yang sedang kuliah dikampus yang berada didekat sana.
Bude Ninel menerapkan sikap disiplin besar kepada yang yang bekerja ditempatnya.
B.
Sikap
Sebagai Seorang Bisnis.
Rintangan dan kegagalan adalah hal yang
biasa dan wajar pagi pelaku bisnis dan usaha. Tetapi agar rintangan dan
kegagalan yang datang bisa diminimalisir atau bahkan bisa di hilangkan, harus
ada langkah-langkah antisipasi terhadap datangnya kegagalan dan rintangan
tersebut. Didalam menjalani bisnisnya, bude Ninel belum pernah mengalami
kegagalan dan masalah yang besar. Karena prinsip bude Ninel dalam berusaha dan
berbisnis adalah selalu menjaga hati agar ikhlas dan jujur. Ketika keikhlasan
dan kejujuran telah dijaga, yang namanya kegagalan dan rintangan akan selalu
jauh dari pelakunya sendiri. Satu lagi prinsip yang sangat melekat pada diri
bude Ninel adalah, ketika telah membuka usaha, harus betul – betul di
spekulasi, diatur dengan baik. jangan ketika sudah mendapatkan keuntungan jadi
sombong, hal – hal kecil harus diperhatikan, karena biasanya hal-hal kecil bisa
membuat usaha kita bangkrut, dan hal itu sering dilupakan.
Menanggapi permasalahan dan kegagalan
dalm bisnis dan usaha, ada beberapa tips yang diberikan bude ninel dalam mebuka
usaha, tips yang diberikan adalah :
a. Usaha
itu harus betul – betul diatur dengan baik.
b. Jangan
abaikan hal – hal kecil. Misalnya: mentang-mentang usaha sudah besar, usaha
sering tidak diurus, uang keluar berantakan , ingat walaupun seribu hal
tersebut biasnya yang sering menyebabkan gulung tikar atau bangkrut.
c. Ramah
kepada pelanggan, ciptakan suatu hal yang membekas pada pelanggan suatu hal
yang positif.
d. Sering
berfikir atau evaluasi ada atau tidak hal yang bisa merusak citra atau
menyinggung pelanggan.
Mayoritas pelanggan bude berasal dari
mahasiswa, disini lah bude Ninel berfikir menyenangkan orang lain itu ibadah,
serta ketika kita menyenangkan orang lain hasilnya tentu lebih memuaskan
ketimbang kita menjadikan pelanggan kita hanya sebagai sumber penghasilan saja.
Bude Ninel adalah seseorang yang ingin selalu dekat kepada orang lain, mungkin
disinilah penilaian orang lain yang akhirnya berbuah hasil yang positif bagi
bisnis bude Ninel. Seperti contoh: bude selalu berupaya menyapa pelanggan yang
datang, kadang-kadang bude menawarkan agar pelanggan untuk menambah nasi atau
sambalnya, karena kepuasan pelanggan adalah berkah bagi bisinis yang bude
jalani.
Dalam upaya pengembangan bisnisnya
kedepan, bude Ninel belum berpikir untuk membuka cabang, karena bude Ninel
berpikir untuk membuka cabang membutuhkan pemikiran yang ekstra, ada sebuah kisah
yang dijadikan bude Ninel sebagai batu loncatan untuk membuka cabang, yaitu: ketika
itu, pemilik bakso malioboro yang sekarang bangkrut pernah main kesini, beliau
curhat kepada bude, beliau mengatakan ketika beliau buka cabang, satu cabang
saja masalah maka akan berdamapak terhadap cabang lainnya, hal inilah yang
menyebakan usaha bakso malioboro saya bangkrut. Bude katakan inilah kesalahan
bapak dalam melangkah, jangan ketika kita di kasih rezeki yang berlebih kita
jadi rakus atau serakah, pandai – pandai untuk bersyukur terhadap apa yang
telah di berikan Allah SWT, pikrkan secar detail dan mendalam ketiak kita
melangkah kepada hal yang besar lainnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar